Penyakit-Penyakit Berbahaya Yang Harus Diwaspadai

Sebenarnya sekecil apapun bentuk penyakit sanggup saja berdampak menjadi sesuatu yang sangat berbahaya. Namun, ada sebagian penyakit berbahaya yang memang harus diwaspadai sebab tidak memperlihatkan keluhan atau tanda-tanda yang serius pada tahap awalnya, sehingga mengakibatkan seorang penderita tidak menyadari bahwa dirinya telah terjangkit atau mengidap penyakit berbahaya. Bahkan pada dikala gejalanya muncul, terkadang kondisi seorang penderita sudah memburuk. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui penyakit apa sajakah yang harus diwaspadai sebagai bentuk antisipasi (pencegahan) minimal untuk diri sendiri, yakni sebagai berikut.

Daftar penyakit serius yang perlu diwaspadai

1. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Hipertensi atau lebih dikenal dengan istilah tekanan darah tinggi, intinya tidak memperlihatkan keluhan atau tanda-tanda apapun bagi para penderitanya. Perlu kita ketahui, bahwa hipertensi sanggup mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah, sehingga hal itu sanggup mengakibatkan serangan jantung, gagal jantung, gagal ginjal dan kemungkinan penyakit berbahaya lainnya. Idealnya, tekanan darah normal pada orang dewasa, yaitu lebih kecil dari 120/80 mmHg. Apabila tekanan darahnya lebih dari 140/90, maka disebut hipertensi grade I. Apabila tekanan darahnya lebih dari 160/100, disebut hipertensi grade II. Dan apabila tekanan darahnya melebihi 180/120, maka disebut hipertensi krisis (berbahaya). Namun yang menghawatirkan, hipertensi hingga lebih dari 200/120 pun, terkadang tidak memperlihatkan tanda-tanda apapun. Pada kebanyakan kasus, orang yang mengidap penyakit hipertensi, hanya mengeluh tanda-tanda pusing ringan dan pegal-pegal ringan. Makara tidak mengherankan, apabila banyak orang yang menyepelekan atau tidak ingin berobat, sebab tidak ada tanda-tanda yang dirasa serius.

2. Hiperkolestrolemia (kolestrol tinggi)

Hiperkolestrolemia merupakan kondisi dimana tingkat kolestrol dalam darah melampaui kadar normal. Sebagai mana hipertensi, hiperkolestrolemia sanggup mengakibatkan penumpukan plak terjadi di dinding pembuluh darah arteri (aterosklerosis) yang sanggup menyumbat fatwa darah sebagian atau seluruhnya dan mengakibatkan penyakit jantung koroner. Kondisi hiperkolestrolemia pada umumnya tidak mempunyai tanda-tanda atau tanda-tanda. Sehingga banyak orang yang tidak sadar atau mengetahui jumlah kadar kolestrolnya. Semakin tinggi tingkat kolestrol jahat dalam darah maka kemungkinan terkenan penyakit jantung koroner akan semakin besar.

3. Penyakit jantung koroner

Dalam ilmu kedokteran, orang-orang yang berjenis kelamin pria dan orang-orang yang berusia lebih dari 45 tahun (belum ditambah dengan faktor lainnya), sudah termasuk orang yang berisiko terkena penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner, biasanya muncul dengan ditandai rasa sakit di dada sebelah kiri (seperti dada ditekan oleh benda yang berat, yang terkadang merambat ke cuilan lengan, ke cuilan rahang bawah, serta ke cuilan pundak). Hal tersebut berarti terdapat sumbatan di cuilan pembuluh darah arteri. Namun faktanya, penyakit jantung koroner sanggup muncul tanpa ditandai dengan tanda-tanda apapun. Sehingga orang-orang yang mempunyai penyakit jantung koroner pun sanggup saja meninggal dengan begitu saja atau tanpa adanya tanda-tanda.

4. Diabetes melitus

Penyakit diabetes melitus atau biasa dikenal dengan penyakit kencing manis, pada umumnya tidak memunculkan tanda-tanda yang serius. Pasien yang terkena penyakit ini biasanya baru akan memeriksakan diri dan berobat sehabis ada tanda-tanda yang parah. Padahal faktor penyebabnya sederhana, yaitu kadar gula dalam darah yang tinggi. Patut untuk diakui, bahwa para dokter sulit memilih dengan sempurna kapan bersama-sama tanda-tanda penyakit ini dimulai.

5. Osteoporosis

Osteoporosis seringkali disebut sebagai ‘penyakit tanpa gejala’ dan kebanyakan orang tidak mengetahui hingga sejauh mana penyakit ini berkembang. Orang-orang yang menderita penyakit osteoporosis, biasanya ditandai dengan patah tulang pada tahap awalnya. Osteoporosis yang sudah parah, sanggup berpotensi melumpuhkan para penderitanya dan sanggup pula mengakibatkan: patah tulang di cuilan tulang belakang, pergelangan tangan maupun pinggul, menurunnya fungsi mobilitas, ketaknormalan pada tulang belakang (misalnya, tidak bertambah tinggi, atau menjadi bungkuk), berkurangnya fungsi paru-paru, dan insomnia (sulit tidur). Jumlah tertinggi penderita penyakit osteoporosis, terjadi pada perempuan yang menopause (suatu kondisi normal yang akan dialami oleh setiap perempuan seiring dengan berjalannya usia dan bukanlah suatu penyakit atau gangguan medis), terutama perempuan yang mempunyai berat tubuh rendah.

6. Penyakit ginjal kronis

Fungsi utama ginjal yakni menyaring darah dan membuang sisa-sisa metabolisme tubuh melalui urin (air kencing). Namun, penyakit ginjal kronis tidak selalu ditandai dengan adanya problem pada urin. Dalam banyak kasus, tanda-tanda penyakit ginjal kronis baru disadari dikala penyakit tersebut sudah memasuki stadium 3 atau 4. Bahkan, ada yang harus pribadi menjalani hemodialisis (cuci darah).

7. Sirosis hati

Sirosis hati, sanggup mengakibatkan perubahan pada struktur dan penurunan fungsi hati (organ hati yang tidak sanggup bekerja sebagaimana mestinya). Gejala yang paling umum dialami oleh para penderitanya dari sirosis hati yang paling ringan yaitu tubuh terasa lemah dan tidak nafsu makan, sedangkan tanda-tanda yang paling berat yaitu bisul pada perut dan menurunnya kesadaran. Untuk lebih pastinya, sanggup diketahui melalui USG hati.

8. Aids dan hepatitis

Penularan infeksi penyakit menyerupai Aids yang cara penularannya melalui virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan hepatitis, sanggup muncul tanpa ditandai adanya tanda-tanda sedikitpun. Pada masalah penyakit Aids, membutuhkan waktu bertahun-tahun dari mulai virus masuk ke dalam darah hingga muncul sebagai gejala.

Tagged :